Bahasa Indonesia Pada Revolusi Industri 4.0

  Bahasa merupakan alat komunikasi yang dipergunakan manusia untuk saling mengenal satu sama lain. Melalui bahasa, ide pemikiran manusia tentang berbagai hal dapat tersampaikan. Sejak peradaban manusia dimulai, bahasa pun telah melekat mengiringi kehidupan manusia. Bahasa merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Untuk menyatukan berbagai bahasa daerah di seluruh wilayah Indonesia, dipergunakanlah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan yang dapat menjembatani perbedaan penggunaan bahasa di dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Selain itu, bahasa Indonesia digunakan sebagai alat pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bahasa Indonesia yang lahir seiring dengan perjuangan bangsa Indonesia harus kita jaga dan utamakan dalam penggunaannya.
   Apalagi, kini dunia memasuki era Revolusi Industri 4.0.  Revolusi industri keempat melibatkan sistem siber fisik dan melampaui sekadar otomatisasi dan komputerisasi. Kemajuan teknologi memasuki era digital ini berdampak pula dengan komunikasi manusia yang menggunakan bahasa sebagai medianya. Media sosial pun turut meramaikan era disruptif teknologi ini. Melihat bahasa yang kerap digunakan dalam media sosial, seperti facebook, twitter setidaknya telah membuka pemikiran kita tentang arti pentingnya moralitas bahasa. Maksudnya, bagaimana cara penggunaan bahasa itu tersampaikan, sikap berbahasa dan estetika bahasanya. Moral bahasa menjadi sangat penting dalam pranata sosio-kultural masyarakat. Tidak sedikit bahasa yang digunakan dalam media sosial (sosmed) begitu memaksakan kata-katanya yang cenderung bermakna kasar. “Saling serang” menggunakan bahasa kerap terjadi dalam komunikasi jejaring sosial.
  Gaya bahasa sarkasme pun sering terlontar menyambut lawan bicara di dunia maya ini. Hal ini kalau dibiarkan akan merusak keutuhan berbangsa dan bernegara. Bahkan, memasuki masa pemilihan presiden yang sebentar lagi, para pendukung dan pro kandidat calon presiden pun terkadang saling menelontarkan kata-kata yang bermakna negatif terhadap lawan calon presiden lainnya. Pengguna bahasa sering tidak memperdulikan kesantunan berbahasa. Padahal, bahasa Indonesia lahir sesuai dengan citra bangsa Indonesia yang sangat menjunjung etika budaya timur. Kesopansantunan dalam bahasa Indonesia sebagai warisan budaya. Bangsa Indonesia yang terdiri dari multi etnik ini, maka fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi antarmasyarakat serta sarana pengungkap perasaan dan pikiran manusia perlu dikembangkan. Namun, kalau tidak diantisipasi secara seksama, bukan tidak mungkin sisi negatif yang akan muncul dan berkembang sebagai pemicu konflik dan kesalahpahaman seperti yang kerap terjadi di jejaring sosial dewasa ini.

Komentar

Posting Komentar