Contoh Narasi

1.Contoh Narasi Ekspositorik
   Masa kecil Jokowi bukanlah orang yang berkecukupan, bukan juga orang kaya. Ia anak anak tukang kayu, nama ayahnya Noto Mihardjo, hidup keluarganya hanya sederhana dan tinggal di sekitaran bantaran sungai. Ia tau bagaimana menjadi orang miskin dalam arti sebenarnya, ayahnya penjual kayu dipinggir jalan, sering juga menggotong kayu gergajian, ia sering ke pasar tradisional sewaktu kecil untuk berdagang.
   Sewaktu SD ia berdagang apa saja untuk dikumpulkan guna biaya sekolah. Ia mandiri sejak kecil tanpa menyusahkan orangtua, kadang ia juga mengojek payung, membantu ibu-ibu membawa belanjaan, ia juga jadi kuli panggul. Sejak kecil ia tau bagaimana susahnya menjadi rakyat biasa, tapi melalui pekerjaan-pekerjaan itu ia menemukan kebahagiaan.
   Ia bukan menggunakannya sepeda saat pergi sekolah namun, dengan berjalan kaki, ia sering melihat suasana kota sampai umur 12 tahun. Ia sangat suka menggergaji kayu, keahliannya menggergaji kayu inilah yang kemudian membawanya ingin memahami ilmu tentang kayu.
   Waktu berkunjung , ia berangkat ke Yogyakarta karena diterima di fakultas kehutanan Universitas Gajah Mada jurusan kehutanan. Ia pelajari dengan tekun struktur kayu dan bagaimana pemanfaatan serta teknologinya. Tamat kuliah pun ia tetap menjadi tukang kayu, tetapi ia sudah memiliki wawasan , ia melihat industri kayu berkembang pesat akhirnya ia membuka bengkel mebel yang sangat besar dengan semua hal yang ia pertaruhkan, sampai suatu waktu ia kedatangan orang Jerman yang membuat bisnisnya semakin besar sampai ke luar negeri. Dengan kesuksesan yang ia dapat, Jokowi ingin berterima kasih pada bangsanya akhirnya ia masuk ke dunia politik dengan maksud ingin menjadi pelayan masyarakat dan bangsanya.

2. Contoh Narasi Sugestif
   Wanita berbaju hitam itu selalu duduk didepan jendela menatap rumah kosong di depannya seakan-akan banyak inspirasi yang ia dapat dari sana, pandangannya tak pernah berlari seperti hendak merangkum cerita, kaca mata yang selalu ia kenakan menambah nilai dalam dirinya yang membuat semua orang sungkan untuk berbicara kepadanya. Rambutnya yang panjang menambah ketakutan di hati seseorang ketika melihatnya. Tak banyak orang yang tau , apakah ia benar-benar hidup dalam dunia nyata atau sedang berimajinasi. Namun, rutinitas yang ia jalani setiap hari itu membuat semua orang semakin berpikir apakah benar ia gadis yang menjadi bahan cerita orang-orang seberang selama ini.
   Semua anak-anak di kampung selalu menjadikan wanita itu sebagai bahan tertawaan mereka, terkadang jika perempuan itu diam dan tak menghiraukan orang-orang yang melihat nya, mereka melempari perempuan itu dengan buah jambu yg berserakan di depan rumahnya. Wanita itu tidak pernah marah, hanya saja jika sudah terlalu banyak jambu yang dilempari kepadanya ia hanya berdiri dan anak-anak itu lari ketakutan.

Komentar

  1. Sangat membantu gebby
    Terimakasi

    BalasHapus
  2. Artikelnya sangat bagus.

    BalasHapus
  3. Terimakasih sangat membantu
    Di tunggu artikel terbaru anda

    BalasHapus
  4. Geb,sebelum masuk ke contoh bisa ngak dijelasin terlebih dahulu pengertian narasi nya? ��

    BalasHapus

Posting Komentar